Pupuk Kandang Kambing Organik Peternakan GB Farm

Pupuk kandang kambing berasal dari kotoran hewan (kohe) kambing yang berada di peternakan. Daripada pupuk kimia, pupuk organik notabene lebih aman dan ekonomis.

Bahkan dari kotorannya, kambing selain dimanfaatkan sebagai pupuk kompos yang organik juga dapat diolah menjadi biogas. Berbagai manfaat dari kohe kambing tersebut dapat Anda dapatkan sepenuhnya di Peternakan Modern GB Farm.

Sebenarnya dalam proses pembuatan pupuk kompos, bisa juga dengan menggunakan kohe dari hewan ternak lain; seperti sapi, domba, dan ayam.

Berdasarkan bentuknya, terdapat jenis pupuk kandang padat dan cair. Pupuk padat pakai kohe sebagai bahan utamanya, sedangkan pupuk cair berasal dari urine hewan besar.

 

Faktanya, harga pupuk kandang lebih murah dan ekonomis daripada pupuk kimia. Di dalam pupuk mengandung unsur hara skala mikro maupun makro yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Seperti fosfor, nitrogen, kalium, kalsium, magnesium, belerang natrium, molibdenum, dan sebagainya.

 

Pada artikel ini, GB Farm akan memberikan informasi semua yang perlu Anda ketahui tentang pupuk kandang kambing.


Jenis Pupuk Kandang Berdasarkan Wujud: Padat dan Cair

 

Berdasarkan wujudnya, pupuk dibagi menjadi bentuk padat dan bentuk cair. Keduanya memiliki manfaat yang sama, yaitu untuk menyuburkan tanah, mencukupi nutrisi untuk tanaman, hingga menjaga pertumbuhannya.

Pupuk kandang kambing

Pesan Sekarang


1. Pupuk Kandang Padat

Secara sederhana, pupuk kompos padat adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran hewan (kohe), seperti kambing, sapi, ayam, kerbau, kuda, dan sebagainya. Ini merupakan jenis yang paling umum, sebab prosesnya terbilang mudah.

 

Anda bisa mendiamkan tumpukan kohe di suatu tempat khusus hingga mengalami proses fermentasi alami. Jika dilakukan tanpa pemberian tindakan, biasanya membutuhkan waktu yang cukup lama.

 

Sehingga banyak pemilik ternak yang menerapkan tindakan, seperti pemberian mikroba dekomposer untuk mempercepat proses pembentukan pupuk melalui fermentasi. Pemberian mikroba dekomposer selain mempercepat prosesnya, juga memberi manfaat berupa pupuk tidak menimbulkan bau tidak sedap.

 

Kalau proses fermentasi selesai, Anda sebenarnya bisa langsung menggunakan hasilnya untuk diterapkan ke tanah. Atau memproses dengan penggiling khusus dan menjadikannya sebagai kompos yang lebih halus.

 

Pupuk kandang kambing padat di Gibas Barokah Farm sudah melalui proses panjang hingga menjadi kompos tanpa menambah atau mengurangi bahan alami. Sehingga kadar nutrisi dalam pupuk tetap terjaga untuk memberi nutrisi terbaik ke tanah dan tanaman.


2. Pupuk Kandang Cair

Jenis berikutnya berdasarkan wujudnya adalah pupuk cair. Jenis pupuk ini seringkali disebut sebagai Pupuk Organik Cair (POC) di kalangan para petani dan peternak.

 

Menggunakan pupuk organik sebenarnya secara tidak langsung bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap pupuk kimia. Menciptakan kemandirian bagi para petani dengan biaya yang lebih ekonomis tanpa mengurangi kualitas hasilnya nanti.


Urine atau air kencing hewan adalah salah satu bahan untuk membuat POC. Selain itu, ada banyak sekali alternatif lainnya, antara lain:

 

a)     Urine

b)    Tetes tebu (molase)

c)     Air kelapa

d)    Air cucian beras

e)     Kohe

f)      Dedak

g)    Gula merah

h)    Hijau-hijauan

 

Bahan hijau-hijauan seperti contohnya jerami, gedebog (batang pisang), polong-polongan, dan sayur-sayuran busuk. Sebagaimana pupuk kandang padat, untuk membuat POC harus melalui proses fermentasi bakteri terlebih dahulu.

 

Faktanya, hingga kini masih sangat jarang penerapan POC untuk diterapkan di lahan besar. Biasanya POC lebih umum untuk penerapan di taman, tanaman hias, kebun kecil, atau yang lainnya.


Jenis Pupuk Kandang Berdasarkan Suhu: Dingin dan Panas

 

Ternyata, belum ada yang membahas jenis pupuk organik panas dan pupuk organik dingin di internet. Nah, Gibas Barokah akan memberi sedikit gambaran apa dan bagaimana kedua jenis pupuk tersebut.


1. Pupuk Kandang Dingin

Sederhananya, pupuk dingin adalah kohe yang mengalami proses penguraian dan fermentasi alami oleh mikroorganisme sehingga tidak menghasilkan kenaikan suhu tanah. Hasil pupuknya hampir seperti tanah, namun punya tekstur yang lebih padat dan kasar.

 

Contoh pupuk dingin seperti pupuk kotoran sapi, pupuk kotoran kerbau, atau pupuk kotoran babi. Meski melalui proses natural, pembuatannya membutuhkan waktu yang lebih lama daripada fermentasi yang dipercepat dengan pemberian tindakan.

 

Efisiensi pupuk kandang baik panas maupun dingin sudah terbukti bagus. Di dalamnya juga mengandung ion yang memiliki daya ikat terhadap unsur hara alami tanah. Artinya, dengan pemberian pupuk kompos organik, juga menjaga kesuburan tanah secara efektif.


2. Pupuk Kandang Panas

Sedangkan pupuk panas adalah kohe yang mengalami proses dan fermentasi berdasarkan pemberian tindakan khusus, sehingga berlangsung cepat yang menghasilkan kenaikan suhu tanah. Contoh pupuk panas seperti kotoran kambing dan kotoran ayam, yang biasanya memang perlu tindakan untuk mempercepatnya.

 

Tekstur kohe kambing bundar seperti kacang, kalau menggunakan proses alami perlu waktu lebih lama daripada kohe sapi atau kerbau. Begitu pula kohe ayam, yang mengeluarkan aroma tidak sedap jika dibiarkan begitu saja. Makanya keduanya membutuhkan tindakan supaya prosesnya jadi cepat serta tidak menimbulkan bau.

 

Hasil dari pemrosesan pupuk ini sama-sama optimal asalkan sudah matang. Penggunaan pupuk yang masih basah, mentah, atau belum matang justru dapat merusak hingga mematikan tanaman yang diberi pupuk mentah itu.


Jenis Pupuk Kandang Berdasarkan Hewan Ternak

Faktanya, banyak kohe yang bisa dijadikan pupuk kompos. Kotoran hewan apa saja yang bisa dijadikan pupuk? Berikut ini daftarnya.

Pupuk kandang kambing organik


  1. Kambing
  2. Sapi
  3. Kerbau
  4. Ayam
  5. Babi
  6. Kuda
  7. Domba

Bagi peternak hewan lain, seperti peternak ikan, cacing, atau kelinci sebenarnya juga bisa menghasilkan pupuk kompos organik. Meski dalam jumlah yang terbatas.


Jenis Pupuk Organik Berdasarkan Kategori

Pemberian nutrisi yang dibutuhkan tanaman juga mesti mempertimbangkan dampak panjang terhadap kesuburan tanah. Alternatifnya untuk meraih kedua hal di atas dengan pemberian pupuk organik, yaitu sesuatu yang berasal dari alam.

 

Segala sesuatu yang berasal dari alam, baik untuk alam. Kalau ditinjau dari kategorinya, pupuk organik yang bebas bahan kimia ada beberapa jenis, antara lain:

 

1. Pupuk Organik

Kategori paling besar adalah pupuk organik, yang di dalamnya ada sub-kategori pupuk kandang yang sudah kita bahas di atas. Pupuk organik secara definitif adalah penyubur tanaman yang berasal dari proses dekomposisi dan fermentasi bahan-bahan organik.

 

Bahan yang paling umum yaitu kohe hewan (kambing, sapi, ayam, kuda, dan sebagainya), tumbuhan, atau limbah organik lainnya. Pupuk organik berbentuk layaknya tanah kering yang agak kasar, berwarna coklat atau hitam.

 

Penerapannya bisa dengan berbagai cara yang berbeda, bisa dijadikan sebagai media tanam, pemberian di permukaan sekitar tanaman, atau ditanam bersama dengan tanaman.


2. Pupuk Hijau

Pupuk hijau merupakan pupuk yang berasal dari sisa tumbuhan hijau yang dihaluskan atau dibiarkan mengalami dekomposisi alami. Alhasil, warna pupuk hijau kehitam-hitaman, memiliki tekstur yang kasar, serta pada beberapa bagian masih tampak bentuk tanaman bahan bakunya.

 

Dibandingkan dengan jenis pupuk organik yang lain, pupuk hijau berfokus pada penambahan unsur hara alami di dalam tanah. Ibaratnya, pupuk ini hanya memancing, dengan pemberian umpan berupa unsur hara yang sudah terkandung di dalam pupuk hijau.

 

Nah, untuk bahan baku pupuk hijau beraneka ragam. Bahan baku yang paling umum seperti: tanaman pagar, rumput hijau, tanaman penutup tanah, tumbuhan liar, bunga telekan, paitan, wedusan, dan lain sebagainya.


3. Pupuk Hayati

Pupuk hayati disebut juga sebagai biofertilizer, yaitu penyubur tanaman yang memanfaatkan organisme hidup. Meski tetap berbahan dasar kotoran hewan, fokusnya pada pupuk hayati adalah memanfaatkan organisme yang berada di dalam kotoran tersebut.

 

Tantangan dalam membuat pupuk hayati misalnya harus di lingkungan aseptik, sehingga mikroorganisme jahat yang dapat merusak tanaman tidak ikut tumbuh. Pupuk hayati dapat membantu menutrisi tanah, sehingga unsur hara alami tanah akan jauh lebih terjaga.

 

Bentuk pupuk hayati rata-rata cair, karena organisme tersebut lebih mudah tumbuh dan berkembang biak. Namun, ada juga pupuk hayati dalam wujud padat, lebih seperti pasir berwarna hitam daripada tanah yang ulet.


4. Pupuk Humus

Jenis pupuk organik berikutnya adalah pupuk humus, yang terbentuk karena proses pelapukan alami dari tanaman-tanaman besar. Seperti daun, ranting, dan akar dalam jangka waktu lama serta bertumpuk terus-menerus.

 

Pada intinya, pupuk humus berasal dari sisa tumbuhan, ia memiliki fungsi yang sangat luar biasa. Jika tanaman menggunakan media tanam atau pupuk humus, maka dapat menyerap unsur hara yang semula tidak bisa diserap oleh tanaman.

 

Artinya apa? Pupuk humus berfungsi untuk mengubah unsur hara agar bisa diserap oleh tanaman, sehingga ketersediaan nutrisi tanaman di tanah semakin melimpah. Tak khayal, tanaman yang tumbuh di tanah humus, akan tumbuh lebat dan besar.

 

Umumnya, pupuk humus berwarna hitam dengan tekstur kasar yang masih ada bentuk ranting-ranting lapuk. Kalau dipegang, pupuk ini terasa agak basah, sangat cocok untuk media tanam di garden rumah.


5. Pupuk Serasah

Pupuk serasah hampir sama dengan humus, hanya saja pupuk ini berasal dari limbah organik nabati yang sudah tidak terpakai. Teksturnya lebih kering daripada humus, dan warnanya lebih coklat kekuning-kuningan.

 

Pupuk ini dapat memberi manfaat untuk tanaman maupun tanah. Untuk tanaman, ia mendukung pertumbuhan tanaman dengan cara menyediakan nutrisi penting yang dibutuhkan. Sedangkan untuk tanah, pemberian pupuk serasah dapat memperbaiki kesuburan serta media mikroorganisme baik berkembang biak.

 

Meski begitu, penggunaan pupuk organik (semua jenis), tetap harus dibarengi dengan pupuk kimia jika tujuannya adalah produksi hasil. Faktanya, pupuk organik hanya mendukung antara 20% s/d 46% kebutuhan tanaman, sisanya dibantu dengan penggunaan pupuk kimia.

 

Porsi yang seimbang antara keduanya memicu produktivitas tanaman yang lebih baik. Tentunya dengan keunggulan menekan biaya operasional agar lebih hemat, tanpa mengurangi manfaat ekonomi setelah panen.


Harga Pupuk Kandang Kambing Organik di Peternakan

Banyak petani yang membutuhkan pupuk kompos dengan cepat, membeli pupuk yang matang dan sudah jadi bisa menjadi alternatif terbaik. Lantas, berapa harga pupuk kompos dari kohe kambing?

 

Harga pupuk kambing berkisar antara 15.000 - 25.000 per karung, dengan berat rata-rata 5 - 15 kg.

 

Ada berbagai faktor yang mempengaruhi harga tersebut, seperti halnya lokasi geografis, besar kecilnya karung, dan kualitas pupuk itu sendiri. Semakin pupuk berkualitas maka harganya bisa menjadi lebih tinggi lagi.

 

Pupuk yang sudah dalam karung, hasilnya lebih halus dan kering. Jadi meski satu karung mungkin beratnya tidak seberapa.

 

Jika ingin memesan atau membeli pupuk organik secara online, salah satu pertimbangan penting adalah ongkos kirim. Jangan sampai blunder, di mana ongkos lebih tinggi daripada harga pupuk itu sendiri.


5 Manfaat Pupuk Kandang Kambing untuk Tanah dan Tanaman

Tentunya kita sama-sama setuju bahwa, pupuk alami atau organik memberi segudang manfaat baik untuk alam itu sendiri. Kekurangannya hanya satu, prosesnya yang terbilang lama, sehingga jika memutuskan untuk menggunakan cara alami mesti kompromi dengan sabar.

 

Berikut ini beberapa manfaat penggunaan pupuk kandang dari kohe kambing atau hewan lain secara umum.


1. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Pupuk kandang dapat meningkatkan kesuburan tanah, dengan kata lain, antara pupuk dan tanah saling memberi kebaikan. Berbeda dengan penggunaan pupuk kimia dalam jangka waktu lama, yang memiliki risiko tanah menjadi rusak/tandus.

 

Tanah yang subur menjadi indikator tersedianya nutrisi yang cukup untuk tanaman. Sedangkan tanah yang tandus, organisme maupun unsur hara untuk tanaman minim tersedia.

 

Sehingga banyak petani yang memanfaatkan pupuk kompos organik untuk mengembalikan kesuburan tanah yang terlanjur tandus tidak bernutrisi. Dengan begitu, keberlanjutan pertumbuhan tanaman lebih terjaga.


2. Mendukung Pertumbuhan Tanaman

Pupuk kandang kambing juga mendukung pertumbuhan tanaman dengan memberikan nutrisi yang terkandung di dalamnya. Seperti yang sudah kita bahas di atas, pupuk kohe kambing punya kandungan fosfor, nitrogen, kalium, kalsium, magnesium, belerang natrium, molibdenum, dan sebagainya.

Yang mana kandungan-kandungan tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Apakah tidak ada di pupuk kimia? Tentu saja ada, namun pupuk organik kandungannya terbentuk melalui proses dekomposisi dan fermentasi alami, bukan diberikan secara manual.


3. Menjaga Kualitas Hasil

Dengan kesuburan tanah yang terjaga dan dukungan pertumbuhan tanaman, maka hasil yang diperoleh semakin bagus. Misalnya pemberian pupuk organik untuk tanaman bunga di taman, hasil berupa bunga mekar dengan apik dan sempurna.

 

Begitu pula pemberian pupuk organik untuk tanaman buah-buahan, seperti buah mangga, hasilnya akan lebih bagus daripada tanpa pemberian pupuk organik. Penerapan pupuk kandang cocok pula sebagai media tanam di pot untuk memastikan nutrisi tanaman tercukupi.

 

4. Meningkatkan Ketersediaan Unsur Hara Alami

Pupuk kandang membawa benih unsur hara alami, bergabung dengan unsur hara yang sudah ada di tanah. Menjadikan ketersediaan unsur hara untuk tanaman meningkat.

 

Tanaman yang kekurangan makanan akan mengalami kendala, seperti penyakit pertumbuhan, tidak berbuah, hingga tanaman mati. Guna mengantisipasi risiko tersebut, penting memastikan ketersediaan unsur hara alami cukup, yaitu dengan memberikan pupuk kandang organik.


5. Mengurangi Dampak Terhadap Lingkungan

Selanjutnya, pupuk organik memiliki manfaat dan peran sangat besar untuk lingkungan sekitar. Bahwa, pupuk kompos tidak memberikan dampak buruk terhadap lingkungan.

 

Anda mungkin juga menyadari, menanam tanaman di tanah yang masih perawan tinggal menancapkan saja. Berbeda dengan menanam di tanah yang sudah diberi perlakuan, seperti pemberian pupuk kimia, perlu treatment lebih intensif untuk memastikan pertumbuhannya. Kiranya benar kata Ebiet G. Ade bahwa, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.

 

Pada akhirnya, pupuk yang berasal dari kohe kambing disebut sebagai pupuk kandang. Pupuk tersebut berada di dalam kategori pupuk organik, yang notabene tidak memberi dampak buruk terhadap lingkungan di sekitarnya.

 

Justru sebaliknya, pupuk organik memenuhi kebutuhan tanaman untuk tumbuh dengan baik. Memberikan hasil, seperti buah, yang lebih sehat dan alami. Demikian semua hal yang perlu Anda ketahui tentang pupuk kandang kambing. Bagaimana menurut Anda?


#PupukKandangOrganik #PupukKandangKambing #PupukOrganik #PupukKandang #PertanianOrganik #PertanianSehat #PupukAlami #PupukHasilPeternakan #PupukOrganikBerkualitas #KualitasPupukOrganik #MediaTanam #SolusiPertanianOrganik #PertanianBerkelanjutan #PupukKandangUntukTanaman #TanamanSehatDenganPupukOrganik #PupukTanamanAlami